Kamis, 04 April 2013

Pernah Ada Masa-masa

Pernah ada masa-masa dalam cinta kita
Kita lekat bagai api dan kayu
Bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
Hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
Tak tersisa diri-diri selain debu dan abu

Pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
Kita terlallu akrab bagai awan dan hujan
Merasa menghias langit, menyuburkan bumi
Dan melukis pelangi
Namun tak sadar, hakiktanya kita saling meniadai

Disatu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
Mungkin hati kita telah terkecualikan dari
Ikatan diatas iman
Bahkan saling nasehat pun tidak lain bagi dua lilin
saling mencahayai, tapi mesing-masing habis dimakan api

Kini saatnya kembali pada iman yang
Menerangi hati
Pada amal sholeh yang menjulang bercabang-cabang
Pada akhlak yang manis, lembut dan wangi

Hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata
Yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya






BY: Salim A. Fillah
dalam buku"Dalam Dekapan Ukhuwah"

Dua Mata Dua Tangan



Ada kalanya kita seperti dua mata
Tak pernah Bertemu
Tapi selalu sejiwa

Kita menatap ke arah yang sama
Walau tak pernah berjumpa
Mengagumi pemandangan indah
Dan berucap: Subhanallah

Kita bergerak bersama
Walau tak berjumpa
Mencari pandangan yang dihalalkan
Menghindari dari yang diharamkan
dan berucap: Astaghfiruallah

Kita menangis bersama
Walaupun tak berjumpa
Dalam kecewa, sedih, ataupun gembira
Duka dan bahagia
Dan tetap berucap: Alhamdulillah

Kita terpejam bersama
Walau tak berjumpa
Memberi damai dan rehat
Sambil berucap: Laa haula wa laa quwwata illa billah

Tapi kadang kita perlu menjadi 2 tangan
Berjumpa dalam sekedap shalat
Berjamaah menghadap Allah

Tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan
Berjumpa dalam membersihkan
Segala kotor dan noda dari badan.






BY: Salim A. Fillah
dalam buku "Dalam Dekapan Ukhuwah"